KoncoSinau

Hukum Mendel 1 dan 2

Hukum Mendel 1 & 2 Dijelaskan Super Mudah + Contoh Soal & Pembahasan Lengkap

Hukum Mendel 1 dan 2

Hai, Koncoku Sinau!

Kalau kamu lagi belajar genetika, pasti kamu bakal ketemu topik yang namanya Hukum Mendel. Banyak siswa yang bilang materi ini bikin pusing, padahal sebenarnya konsepnya gampang kalau dijelasin pelan pelan dan pakai contoh nyata.

Hukum Mendel adalah dasar dari genetika modern. Tokohnya, Gregor Mendel, seorang biarawan yang melakukan eksperimen pada tanaman kacang ercis. Melalui percobaan bertahun tahun, Mendel menemukan pola bagaimana sifat diwariskan dari induk ke keturunannya.

Menurut penjelasan Griffiths dalam Introduction to Genetic Analysis (2018), Mendel adalah ilmuwan pertama yang berhasil menggunakan pendekatan kuantitatif dalam mempelajari pewarisan sifat sehingga menghasilkan prinsip genetika yang tetap digunakan hingga sekarang.

Selain itu, penelitian klasik tentang kromosom oleh Sutton pada tahun 1903 mendukung teori Mendel dengan menunjukkan bahwa pewarisan sifat berhubungan dengan perilaku kromosom selama pembelahan sel. Studi Sutton ini menjadi landasan penting genetika modern dan sering dikaitkan sebagai bukti kuat kebenaran prinsip Mendel (Sutton, 1903).

Nah, sekarang mari kita bahas dua hukum paling terkenal dari Mendel.


Apa Itu Hukum Mendel 1

Hukum Mendel 1 atau Hukum Segregasi 

Hukum Mendel 1 menyatakan bahwa setiap sifat dikendalikan oleh sepasang faktor pewarisan yang sekarang kita kenal sebagai alel. Alel alel ini bakal memisah ketika gamet terbentuk. Artinya, setiap gamet hanya membawa satu alel dari pasangan tersebut.

Contohnya, kalau tanaman punya gen berbunga ungu dengan alel kapital A dan gen berbunga putih dengan alel kecil a, pasangan genotipenya adalah Aa. Pada saat tanaman membentuk gamet, kedua alel ini akan memisah. Jadi ada gamet yang membawa A dan ada gamet yang membawa a.

Menurut penjelasan Hartwell dalam buku Genetics: From Genes to Genomes (2020), pemisahan alel saat pembentukan gamet mengikuti pola pembelahan meiosis yang memastikan setiap gamet hanya membawa satu set alel, bukan dua. Penjelasan ini menguatkan hukum Mendel pertama tentang segregasi (Hartwell, 2020).

Contoh Visualisasi Sederhana

Bayangkan kamu punya dua bola. Satu bola besar warna ungu, satu bola kecil warna putih. Ketika masuk ke kantong gamet, bakal ada dua kemungkinan.
Kamu ambil salah satu bola secara acak. Bisa dapat bola ungu atau bola putih. Pemisahan inilah yang dimaksud Mendel.


Apa Itu Hukum Mendel 2

Hukum Mendel 2 atau Hukum Asortasi Bebas

Hukum Mendel 2 menyatakan bahwa dua sifat yang berbeda akan diwariskan secara independen. Artinya, kombinasi sifat pada gamet bersifat bebas, selama gen gen itu berada pada kromosom yang berbeda atau cukup jauh di kromosom yang sama.

Contoh paling populer adalah warna biji dan bentuk biji pada kacang ercis. Warna biji bisa kuning atau hijau, sedangkan bentuk biji bisa bulat atau keriput. Pewarisan kedua sifat ini tidak saling memengaruhi.

Menurut studi genetika klasik oleh Bateson dan Punnett pada tahun 1905, hukum asortasi bebas dapat diamati melalui persilangan dua sifat sekaligus dan menghasilkan rasio fenotipe tertentu, yang semakin memperkuat konsep Mendelian bahwa gen dapat diwariskan secara terpisah tanpa saling mempengaruhi (Bateson dan Punnett, 1905).

Asal kamu paham konsep dasarnya, soal soal di ujian tentang Mendel bakal terasa jauh lebih mudah.


Perbedaan Hukum Mendel 1 dan 2

Banyak siswa sering kebalik antara Hukum Mendel 1 dan 2. Berikut cara termudah untuk membedakannya.

Supaya Kamu Tidak Keliru Lagi

AspekHukum Mendel 1 (Hukum Segregasi / Pemisahan Alel)Hukum Mendel 2 (Hukum Asortasi Bebas / Independent Assortment)
Fokus utamaSatu sifat tunggal (monohibrid)Dua sifat atau lebih (dihibrid atau lebih)
Apa yang diatur?Alel yang berpasangan akan berpisah saat pembentukan gametAlel dari sifat yang berbeda akan berpadu secara bebas
Jenis persilanganPersilangan monohibrid (1 sifat beda)Persilangan dihibdrid (2 sifat beda) atau lebih
Contoh genotipe yang dianalisisAa → menghasilkan gamet A dan aRrYy → menghasilkan gamet bebas: RY, Ry, rY, ry
Rasio fenotip F23 : 19 : 3 : 3 : 1
Mengapa terjadi?Alel berada berpasangan dan dipisahkan secara acak ke gametGen pada kromosom berbeda tidak saling memengaruhi, sehingga bebas berasortasi
Kapan tidak berlaku?Bila terjadi linkage (gen saling tertaut) atau non-disjunctionBila gen berada pada kromosom yang sama dan jaraknya dekat (tautannya kuat)
Pertanyaan umum siswa“Mengapa keturunannya bisa muncul sifat resesif padahal induk dominan?”“Mengapa muncul kombinasi sifat baru yang tidak ada pada induk?”
Gambaran mudahSeperti satu koin: sisi A atau a yang keluar → salah satu sajaSeperti dua koin berbeda dilempar bersamaan: hasil tiap koin tidak memengaruhi hasil koin lain
Inti konsepAlel memisahAlel berkombinasi bebas

 

Contoh Soal Hukum Mendel 1 dan 2 Beserta Pembahasannya

Soal 1 – Hukum Mendel 1 (Monohibrid)

Pada tanaman ercis, warna ungu dominan A terhadap putih a. Jika tanaman bergenotipe Aa disilangkan dengan aa, rasio fenotipe keturunannya adalah

A. Empat ungu
B. Empat putih
C. Dua ungu dan dua putih
D. Tiga ungu satu putih
E. Satu ungu tiga putih

Jawaban: C

Pembahasan:

Induk pertama Aa menghasilkan gamet A dan a.
Induk kedua aa menghasilkan gamet a dan a.

Keturunan yang terbentuk
A a menghasilkan Aa
a a menghasilkan aa

Rasionya
Aa dua bagian → ungu
aa dua bagian → putih

Jadi, dua ungu dan dua putih.

Soal 2 – Hukum Mendel 1 (Segregasi)

Tikus berbulu hitam dominan H dibanding putih h. Dua tikus heterozigot Hh disilangkan. Berapa rasio fenotipe anaknya

A. Seratus persen hitam
B. Lima puluh persen hitam, lima puluh persen putih
C. Tiga perempat hitam, seperempat putih
D. Satu hitam tiga putih
E. Semua putih

Jawaban: C

Pembahasan:

Persilangan Hh × Hh menghasilkan kombinasi genotipe
HH
Hh
Hh
hh

Fenotipe
Hitam tiga bagian
Putih satu bagian

Rasio fenotipe 3 banding 1.

Soal 3 – Hukum Mendel 2 (Dihibrid)

Pada tanaman, warna biji kuning Y dominan terhadap hijau y. Bentuk biji bulat R dominan terhadap keriput r. Jika dua tanaman YyRr disilangkan, berapa rasio fenotipe yang dihasilkan

A. 3 1
B. 1 1 1 1
C. 9 3 3 1
D. 4 4 4 4
E. Semua sama

Jawaban: C

Pembahasan:

Ini persilangan dihibrid klasik menurut Mendel. Dua induk YyRr menghasilkan gamet YR, Yr, yR, yr.
Dari kombinasi lengkapnya muncul rasio fenotipe standar 9 kuning bulat, 3 kuning keriput, 3 hijau bulat, 1 hijau keriput.

Soal 4 – Aplikasi Hukum Mendel 2

Seekor lalat MmSs disilangkan dengan lalat mmss. Berapa fenotipe yang mungkin muncul

A. Satu
B. Dua
C. Tiga
D. Empat
E. Lima

Jawaban: D

Pembahasan:

Induk pertama MmSs menghasilkan empat gamet MS, Ms, mS, ms.
Induk kedua mmss hanya menghasilkan gamet ms.

Kombinasi keturunannya
MS ms → MmSs
Ms ms → Mmss
mS ms → mmSs
ms ms → mmss

Fenotipe yang muncul
Mata merah sayap normal
Mata merah sayap vestigial
Mata putih sayap normal
Mata putih sayap vestigial

Ada empat fenotipe.

Soal 5 – Memahami Perbedaan Hukum Mendel 1 dan 2

Manakah pernyataan berikut yang benar tentang perbedaan Hukum Mendel 1 dan 2

A. Hukum pertama membahas dua sifat, hukum kedua membahas satu sifat
B. Hukum pertama tentang asortasi bebas, hukum kedua tentang segregasi alel
C. Hukum pertama membahas pemisahan alel satu sifat, hukum kedua pewarisan dua sifat secara independen
D. Keduanya membahas pewarisan sifat tanpa perbedaan
E. Tidak ada hubungan antara keduanya

Jawaban: C

Pembahasan:

Hukum Mendel 1 → Segregasi alel untuk satu sifat.
Hukum Mendel 2 → Asortasi bebas atau pewarisan dua sifat yang berbeda secara independen.

Jadi yang benar adalah opsi C.

SOAL 6 – Analisis Monohibrid Kompleks (Hukum Mendel 1)

Seorang peneliti melakukan percobaan pada tanaman cabai untuk mempelajari pewarisan warna buah. Ia menemukan bahwa warna merah (R) dominan terhadap kuning (r). Pada tahap awal, ia menyilangkan tanaman merah misterius dengan tanaman kuning murni. Hasilnya, semua F1 berwarna merah. Kemudian ia mengawinkan sesama F1 dan memperoleh F2 dengan komposisi sebagai berikut

• 312 tanaman merah
• 108 tanaman kuning

Berdasarkan data tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat mengenai genotipe tanaman merah misterius di awal percobaan.

A. Tanaman merah awal pasti RR
B. Tanaman merah awal pasti Rr
C. Tanaman merah awal bisa RR atau Rr
D. Tanaman merah awal bukan murni
E. Tanaman merah awal hanya menghasilkan gamet R

Jawaban: A

Pembahasan:

Data F2 menunjukkan rasio mendekati 3 merah : 1 kuning (312:108 ≈ 2,9:1). Artinya F1 berasal dari persilangan Rr × Rr.

Bagaimana mungkin muncul F1 Rr × Rr
Itu hanya bisa terjadi bila induk awal adalah

• merah misterius = RR atau Rr
• kuning murni = rr

Jika induk merah awal Rr × rr, maka F1 = 50 persen merah, 50 persen kuning.
Tapi kenyataannya seluruh F1 merah, berarti F1 = 100 persen merah = RR × rr → semua Rr.

Jadi induk merah awal harus RR agar menghasilkan keturunan 100 persen merah pada F1.

SOAL 7 – Analisis Pelanggaran Dugaan vs Mendel (Monohibrid)

Pada kelinci ditemukan gen B untuk bulu hitam dominan terhadap b untuk bulu coklat. Seorang siswa melakukan persilangan antara kelinci hitam A dengan kelinci hitam B, dan menghasilkan 24 anak. Setelah diamati, muncul

• 18 kelinci hitam
• 6 kelinci coklat

Tetapi siswa belum mengetahui genotipe kedua induk hitam tersebut. Berdasarkan data, kesimpulan yang paling tepat adalah

A. Kedua induk pasti BB
B. Satu induk BB dan satu induk Bb
C. Kedua induk pasti Bb
D. Satu induk Bb, satu induk bb
E. Mustahil menentukan genotipe induk dari data tersebut

Jawaban: C

Pembahasan:

Rasio fenotipe 18 hitam : 6 coklat = 3 : 1.
Rasio 3:1 hanya muncul dari persilangan heterozigot × heterozigot (Bb × Bb).

Jika salah satu BB, tidak akan pernah muncul coklat.
Jika salah satu bb, rasio akan 1:1.
Karena hasilnya tepat 3:1, induknya harus Bb × Bb.

SOAL 8 – Analisis Dihibrid Mendalam (Hukum Mendel 2)

Pada tanaman jagung, bentuk biji bulat (R) dominan terhadap keriput (r), dan warna biji ungu (P) dominan terhadap kuning (p). Seorang petani tidak mengetahui genotipe tanaman unggulnya yang fenotipenya bulat-ungu, tetapi ia tahu bahwa tanaman tersebut berasal dari persilangan dua tanaman F1 yang masing-masing YyRr (hasil dari percobaan Mendel klasik).

Petani melakukan uji silang tanaman unggul itu dengan tanaman rrpp (keriput-kuning). Dari 160 biji yang dihasilkan, ia mendapatkan distribusi

• 38 bulat-ungu
• 42 bulat-kuning
• 40 keriput-ungu
• 40 keriput-kuning

Genotipe tanaman unggul tersebut kemungkinan besar adalah

A. RRPP
B. RrPp
C. RRPp
D. RrPP
E. rrpp

Jawaban: B

Pembahasan:

Uji silang dengan rrpp hanya menampakkan kombinasi gamet dari induk unggul.
Data fenotipe 38 : 42 : 40 : 40 ≈ 1:1:1:1, berarti tanaman unggul menghasilkan empat gamet berbeda dengan peluang hampir sama.

Ini hanya mungkin jika genotipe induk unggul adalah dihibrid heterozigot RrPp.
Genotipe lain tidak akan mengeluarkan empat gamet berbeda.

SOAL 9 – Aplikasi Hukum Mendel pada Hewan (Dihibrid)

Dalam suatu penelitian, warna mata kucing hitam (A) dominan terhadap biru (a). Pola bulu belang (B) dominan terhadap polos (b). Seekor kucing betina berfenotipe hitam-belang disilangkan dengan pejantan biru-polos. Pejantan tersebut diketahui pasti bergenotipe aabb. Dari 120 anak yang lahir, distribusi fenotipe sebagai berikut

• 30 hitam-belang
• 30 hitam-polos
• 32 biru-belang
• 28 biru-polos

Berdasarkan hasil ini, genotipe induk betina yang paling cocok adalah

A. AABB
B. AaBb
C. AABb
D. AaBB
E. aaBb

Jawaban: B

Pembahasan:

Fenotipe anak memiliki rasio mendekati 1:1:1:1, artinya induk betina menghasilkan empat jenis gamet: AB, Ab, aB, ab.
Hanya mungkin jika induk betina adalah AaBb.

Jika induk AABB → semua anak hitam-belang.
Jika AABb → hanya dua fenotipe muncul.
Jika AaBB → hanya dua fenotipe muncul.
Jadi yang benar adalah AaBb.

SOAL 10 – Analisis Kompleks Identifikasi Genotipe (Campuran Mendel 1 dan 2)

Pada tanaman kacang panjang, sifat panjang polong L dominan terhadap pendek l, dan warna polong hijau G dominan terhadap kuning g. Seorang guru melakukan serangkaian persilangan untuk menguji siswa. Ia memiliki satu tanaman misterius X dengan fenotipe polong panjang-hijau. Guru melakukan dua jenis uji silang berikut

Uji silang 1: X × llgg

Diperoleh keturunan
• 24 panjang-hijau
• 23 panjang-kuning
• 22 pendek-hijau
• 21 pendek-kuning

Uji silang 2: X × LlGg

Diperoleh keturunan
• 74 panjang-hijau
• 26 panjang-kuning
• 25 pendek-hijau
• 25 pendek-kuning

Berdasarkan kedua uji silang tersebut, genotipe tanaman X paling mungkin adalah

A. LLGG
B. LlGg
C. LLGg
D. LlGG
E. llgg

Jawaban: B

Pembahasan:

Analisis Uji Silang 1

X × llgg menghasilkan rasio hampir 1:1:1:1.
Artinya tanaman X harus menghasilkan empat gamet berbeda → X adalah LlGg.

Analisis Uji Silang 2

Jika X = LlGg disilangkan dengan LlGg, hasil seharusnya mendekati rasio 9:3:3:1.

Data
• panjang-hijau = 74
• panjang-kuning = 26
• pendek-hijau = 25
• pendek-kuning = 25

Total 150. Rasio mendekati
• 74/150 ≈ 0,49
• 26/150 ≈ 0,17
• 25/150 ≈ 0,16
• 25/150 ≈ 0,16

Ini cukup dekat dengan rasio teoretis 9:3:3:1.

Kedua percobaan konsisten dengan genotipe LlGg.

Maka genotipe tanaman misterius X adalah LlGg.

Kalau kamu merasa materi Mendel masih terasa membingungkan, kamu tidak perlu belajar sendiri. Kamu bisa belajar dengan guru privat berpengalaman dari KoncoSinau.id yang bakal menjelaskan genetika dengan cara paling mudah dipahami. Guru akan bantu kamu latihan soal, simulasi ujian, dan memastikan kamu siap menghadapi ulangan sekolah ataupun ujian masuk kuliah.
Silakan kunjungi KoncoSinau.id dan dapatkan pendampingan belajar yang lebih personal dan menyenangkan.

Layanan Yang Kami Tawarkan